Rabu, 20 Juli 2016

Pilih Mana: *Mental Korban atau Mental Pemenang?*





Apakah Anda tahu bahwa seekor rusa larinya ternyata lebih kencang dari singa.

*KECEPATAN lari seekor rusa mencapai 90 km/jam.*

sedang

*kecepatan lari seekor singa cuma 58 km/jam.*

Tapi....

meski
kecepatan
lari kedua makhluk
ini berbeda jauh sekali.

anehnya
seringkali Singa
begitu gampang memburu rusa dan memangsanya.

Kok Bisa?

Ketika
mengetahui
seekor Singa
mengintai & memburunya.

seekor
Rusa berlari
secepat angin
untuk menyelamatkan dirinya.

*Namun dalam waktu yang bersamaan dalam mindset rusa bahwa* :

1. Rusa yakin betul *bahwa singa akan memangsanya.*

2. Rusa yakin betul *bahwa dirinya lemah dibandingkan dengan singa.*

sehingga rusa merasa *mustahil dirinya bisa lolos dari sergapan singa.*

*Ada 2 ketakutan dari Rusa yaitu* :

1. Ketakutannya pada singa.

2. Ketakutannya bahwa dirinya yang diyakininya tidak akan lolos dari terkaman singa.

Ini                                            <<<<<
yang                                         <<<<<                             
membuat                                  <<<<<
rusa senantiasa                         <<<<<
melihat ke belakang                <<<<<
saat berlari, untuk memantau seberapa jauh jarak singa yang ada belakangnya.

*Pantauan-pantauan mematikan ini berpengaruh secara negatif terhadap kecepatan rusa.*

Pantauan-pantauan inilah yang membuat lari rusa semakin lambat dan berakibat kepada semakin mendekatnya singa.

dan selanjutnya menyergap dan memangsanya, lalu melahapnya.



Andai saja rusa tidak sering-sering melihat ke belakang, *niscaya kecepatannya akan stabil dan sudah pasti singa tidak dapat memangsanya.*

Kalau saja rusa mengerti betul titik kekuatannya ada pada kecepatannya, niscaya dia akan selamat dari cengkraman singa.



Banyak sekali waktu yang sudah kita buang untuk melihat kebelakang.

sehingga kita pun akhirnya dimangsa oleh kegagalan-kegagalan masa lalu kita.

*SERINGKALI KETAKUTAN-KETAKUTAN KITA PADA KEGAGALAN MEMBUAT KITA JATUH KEDALAMNYA.*

*KERENA ITU KITA BUTUH MENTAL YG KUAT, SEMANGAT YG TINGGI, KEOPTIMISAN HIDUP YG MEMBUAT KITA BERHASIL DAN PALING PENTING LAGI SERTAKAN TUHAN DIDALAM SETIAP ASPEK HIDUP KITA ..AMIN*

*Seringkali..*

keminderan membuat *kita tidak percaya diri* bahwa kita mampu menggapai sukses dan mampu mewujudkan cita-cita kita.

dan akhirnya ketakutan-ketakutan itu *benar-benar membunuh kita.*

______________________________________________________________________________

Kesimpulan:
*Mindset kita menentukan akan jadi orang seperti apa kita? Apakah hanya korban yang selalu mengeluh, ataukah menjadi pemenang yang mengalahkan ketakutan?*

cara berpikir kita itu mempengaruhi tindakan kita nah semuanya itu mempengaruhi nasib kita :)

jadikan kegagalan dimasa lalu kita sebagai pelajaran berharga :)

telegram
apps

Kamis, 14 Juli 2016

Mengapa Perasaan Syukur Penting Untuk Hidup?




Perasaan syukur adalah ciri universal insan mulia. Kehadirannya dirasakan dan diungkap dengan beragam cara oleh semua suku bangsa, semua budaya, di seluruh dunia. Dalam setiap ajaran agama dan tradisi spiritual, perasaan syukur sangat ditekankan dan dipentingkan untuk bisa dipraktikkan secara tulus dan penuh kesadaran. Perasaan syukur memiliki dua makna: makna duniawi dan spiritual.


Dalam konteks duniawi, perasaan syukur adalah ungkapan terima kasih yang terjadi akibat dari pertukaran interpersonal, saat seseorang mengakui telah menerima suatu manfaat, baik berupa barang, bantuan, tindakan, saran, pemikiran, atau apapun itu, dari orang lain.

Sedangkan dalam konteks spiritual, perasaan syukur adalah ungkapan terima kasih kepada otoritas tertinggi menurut iman seseorang atas semua hal yang ia terima, khususnya hadiah kehidupan. Perasaan syukur menjadikan dan memampukan individu rendah hati, kagum, terberkati karena ia memiliki peluang belajar, bertumbuh, berkembang, mencintai, berbagi, memberi kontribusi positif tidak hanya pada diri sendiri namun juga pada orang di sekitarnya, dan semua ini adalah bentuk ungkapan terima kasih dan cara mengisi serta menjalani hidup optimal.

Untuk meraih sukses, komponen syukur sangatlah penting. Salah satu dari lima komponen BE dalam meraih sukses adalah perasaan syukur (Gunawan, 2009). Apapun yang kita cari atau ingin capai – ketenangan pikiran, kemakmuran, cinta, kesehatan, kedamaian, kebahagiaan –  semuanya telah tersedia atau disediakan untuk kita. Namun syarat untuk bisa menerimanya adalah dengan hati terbuka dan penuh rasa syukur (Breatnach, 1996). Hal senada diungkap oleh Richelieu (1996) yang menyatakan bahwa perasaan syukur adalah salah satu instrumen paling memberdayakan, menyembuhkan, dan dinamis dari kesadaran dan sangat penting dalam menunjukkan pengalaman hidup yang diinginkan seseorang.

Bila diibaratkan kunci, perasaan syukur adalah kunci master yang mampu membuka semua pintu, membuka semua kesempurnaan hidup, kunci kemakmuran, keberlimpahan, dan keterpenuhan (Emmons dan Hill, 2001; Hay, 1996).

Perasaan syukur menghubungkan individu dengan individu lain, merasakan kesatuan, bahwa mereka adalah satu karena berasal sumber yang sama, Sang Maha Pencipta. Dan manifestasi perasaan syukur adalah cinta tulus tanpa syarat yang tumbuh subur di dalam diri yang akhirnya meluap keluar dalam bentuk pemikiran, ucapan, dan tindakan nyata.

Bukti Manfaat Perasaan Syukur

Kita tahu bahwa perasaan syukur adalah hal yang sangat baik. Namun, adakah bukti ilmiah tentang hal ini?

Penelitian yang dilakukan oleh Emmons dan McCullogh (2003) tentang perasaan syukur, khususnya dengan meminta para subjek penelitian menuliskan hal-hal yang mereka syukuri selama seminggu, menunjukkan bahwa perasaan syukur berpengaruh positif pada suasana hati dan kondisi kesehatan. Para peserta ini lebih rajin berolahraga, mengalami penurunan gangguan fisik, merasa lebih positif terhadap hidup mereka secara keseluruhan, dan lebih optimis menyongsong minggu berikutnya dibandingkan dengan mereka yang mencatat pertengkaran, perbedaan pendapat, atau peristiwa hidup netral.

Para remaja, dalam penelitian serupa, setiap hari diminta mencatat kejadian yang mereka syukuri. Dan hasil dari kegiatan ini adalah mereka merasa lebih positif dalam kewaspadaan, antusiasme, kebutalan tekad, perhatian, dan lebih berenergi dibanding remaja lain pada umumnya.

Saat orang merasa syukur, terima kasih, dan menghargai, mereka juga merasa lebih penuh kasih, mengampuni, sukacita, dan antusias. Manfaat perasaan syukur tidak hanya pada diri sendiri namun juga dirasakan dan dialami oleh keluarga, teman, rekan kerja dan orang di sekitar. Orang yang penuh perasaan syukur tampak lebih gembira, bahagia, dan lebih menyenangkan untuk didekati dan berada di sekitarnya. Orang lain menilai mereka yang penuh rasa syukur lebih membantu, lebih ramah, lebih optimis, dan lebih bisa dipercaya (McCullough dkk., 2002).

Manfaat perasaan syukur mendapat penguatan oleh penelitian lain yang meminta subjek penelitian menulis surat ungkapan terima kasih kepada seseorang yang telah membantu mereka namun belum sempat atau tidak pernah disampaikan ucapan terima kasih. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan perasaan bahagia dan turunnya depresi pada para subjek penelitian (Seligman dkk., 2005).

Beberapa manfaat lain perasaan syukur: memaksimalkan rasa senang, memperkuat relasi, melindungi diri dari emosi dan pikiran negatif, menghindarkan diri dari stres, menyehatkan jantung, perasaan diri lebih berharga, lebih positif menjalani hidup, lebih baik dalam pengendalian diri.

Tentu terdapat perbedaan antara menumbuhkan perasaan syukur dalam jangka pendek dibandingkan dengan mampu mengalami perasaan syukur secara konsisten. Perasaan syukur bukan sekedar emosi sesaat, namun ia juga adalah kebajikan. Dibutuhkan upaya sadar untuk bisa menumbuhkembangkan perasaan syukur menjadi satu bentuk kebajikan yang lekat pada dan menjadi bagian diri.


sumber: adiwgunawan

Senin, 11 Juli 2016

- Paketan kehidupaN -

 

Ada seorang dermawan yg dari atas gedung menebar uang pecahan:

Rp. 5.000,-Rp. 10.000,-
Rp. 20.000,-
Rp. 50.000,-
Rp. 100.000,-

Di bawah gedung, berkerumun banyak orang yg sibuk. Mereka saling berebut memunguti uang yg berserakan "TANPA ADA YANG PEDULI" sumber uang itu dari SIAPA

Suatu saat, Sang Dermawan naik lagi ke atas gedung tsb & kali ini beralih menebar kerikil-kerikil kecil ke dalam kerumunan orang yg ada di bawah. Sontak terjadi keramaian.

Ada yg terkena di kepala, bahu, tangan, punggung & anggota tubuh lainnya. Lalu mereka panik & marah, menengadah ke atas berusaha "MENCARI TAHU" dari mana sumber dari kerikil-kerikil tsb dijatuhkan?

Itulah sikap dari kebanyakan manusia, saat , "BERKAH"
(hal yg menguntungkan) datang,
semua sibuk tanpa peduli siapa yg memberi & sedikit sekali yg mampu berterima kasih & mau mengucap syukur atas keberkahan tsb.

Namun saat masalah datang, maka semua akan spontan mencari sumber masalah & biang keroknya. Mereka akan serta-merta marah & menyalahkan orang lain tanpa mau cari solusi lagi."Apakah kita hanya mau menerima yg baik saja, tetapi tidak mau menerima yg buruk ?"

Tanpa mau tahu bahwa hidup ini sebenarnya sudah SATU PAKET, baik & buruk, senang & susah, semuanya satu kesatuan yg tak mungkin terpisahkan.

Bila suatu ketika kita "kena giliran" menjalani hal-hal buruk & susah, maka jalanilah dgn tabah & tetap _*bersyukur, karena hanya itu kuncinya...

Mau belajar SABAR?
YA... Nanti kita akan ketemu dgn orang-orang yg _keras kepala kepada kita._

Mau belajar MENGAMPUNI?
YA... Nanti kita akan dipertemukan dgn orang-orang yg _menyakiti kita._

Mau belajar MEMBERI?
Sebentar lagi kita akan dihadapkan dgn orang-orang yg _berkekurangan._

Mau belajar RENDAH HATI?
Tunggu saja, nanti akan ada orang-orang yg _merendahkan diri kita._

Kabar buruknya, "HIDUP INI TAK AKAN ADA YANG SEMPURNA !"

Kabar baiknya, "KITA TAK PERLU HIDUP YANG SEMPURNA UNTUK BISA MENIKMATINYA"*_

 
Hidup itu satu paket, ada kalanya kita perlu bersabar dan ada kalanya kita perlu bersyukur. Ada moment yang kita sangat enjoy mengerjakan sesuatu ada pula moment dimana kita “membenci” hal itu. selama tidak melanggar etika dan ajaran agama ambilah dan kerjakanlah.

Menjadi yang terbaik di bidang yang kita tekuni itu sangat membahagiakan. Namun tak ada ceritanya seseorang menjadi yang terbaik di bidangnya tanpa pernah merasakan “rasa sakit”. Proses kehidupan itu berpasangan, ada suka maka ada duka. Ada bahagia, ada pula derita. Ambil hikmah dari semua peristiwa itulah yang membuat kita semakin Paham Dengan Arti Kehidupan. :)

Hidup itu satu paket, jadi jangan hanya maunya mengambil yang menyenangkan saja.
Hidup itu satu paket, jadi jangan hanya mau enaknya saja.
Hidup itu satu paket, jadi jangan hanya mengikuti hawa nafsu belaka.

Semoga bermanfaat...

Ads 300 x 600